Di wajahmu, aku tersudut dalam luka masa lalu. Tak kutemukan kini yang bisa mencuri hatiku, sudah kubuka pintu, jendela, bahkan gerbang halamanku, namun yang terdengar hanya gema suaramu dari sudut kosong di ujung sendu .
Aku tersudut lagi di tempat yang sama, ketika kusadari aku telah bermimpi terlalu dalam, dan di pelupuk mata, kurasakan garis-garis sungai mulai terbentuk dengan aliran air yang teramat deras .
Lalu kurasakan tangan-tangan tak berbentuk mengikatku pada tiang neraka, menghujaniku dengan cambuk dan sayatan-sayatan yang mengeluarkan cairan berwarna merah, tanpa ada satu hal pun yang bisa membawaku pulang pada pelukanmu .
Sungguh telingaku tak tuli lagi ketika mendengar suara sunyimu yang kau bisikkan dalam tiap tatapan mata, sungguh derap langkah di dadaku tak menghentak dengan serentak ketika kau tangkap aku yang berlari menjauh dari cintamu .
Tapi segalanya demikian senyap kini, sesenyap pikiranku ketika hari hampir berakhir dan ponselku masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berdering, sesenyap bunyi bedebam ketika mimpi-mimpiku kau jatuhkan untuk kesekian kalinya, sesenyap tiap gerakan yang selalu berkumpar dalam "diam" .
------------------------------------------------------------------------
Di wajahmu aku kembali tersudut pada luka itu, sperti anak kecil yang merengek ketika tersesat, seperti pengembara yang tiba-tiba gagap dan terbata ketika membaca peta, seperti diriku, sebagaimana kelihatannya selama ini .
----------------------------------------------------------------------
Segalanya baru, meski tak sepenuhnya baru, segalanya seperti DVD di kamarku yang terputar kembali namun tak lagi sebagus seperti pertama kali ditonton.
Sekali lagi aku dihempas, ditenggelamkan pada ayunan ombak yang marah, ditinggalkan ketika meluka, menganga dan berdarah pada sudut hati yang tak terbaca, sembari mengais kata-kata di bias cakrawala .
****************************************************
Ditulis untuk mereka-mereka yang pernah merasakan sakitnya dicampakkan atau ditinggalkan.
luka yang tersayat dalam layaknya paku yang tertancam dipagar, kalaupun kau mencabutnya, pastilah ia akan menimbulkan bekas, bekas luka yang tidak akan pernah dilupakan..
BalasHapuscheck --> http://andakarizki.wordpress.com/