Rabu, 21 September 2011

Gadis Kecil di Jendela

Aku lelah membuka mata ini menuju sekolah yang seperti 'neraka' bagiku. Aku telah letih melangkah meniti pagi menuju sekolah yang berubah layaknya jurang siap menerkam memangsaku. Aku hanya ingin sebuah ketenangan menghampiriku. Sebuah nyanyian mungkin bisa membuat aku tertidur walau itu hanya sebentar. Hanya sepi yang mulai merayap dan menemaniku dari pagi hingga esoknya tiba. Dan semuanya akan berlalu begitu saja, tapi kemudian aku ingat dengan kejadian sebelumnya dan akhirnya rentetan pilu menghampiriku dan menyergapku. Kemudian tetesan embun mulai menghujani pipiku.
***

Gadis kecil di jendela yang setiap paginya memaksa untuk tersenyum dan menyambut hari dengan riangnya. Terlalu munafik menutupi kesedihan datang bertubi tubi. Hanya saja terkadang gigi ini mulai terasa lelah dan mulai menggerutu melakukan hal menjijikan itu.

Gadis kecil di jendela yang setiap waktunya mencoba bertahan dalam tangisan. Menutupi sebuah luka yang telah memborok terlalu lama dan rasa sakitnya teramat sangat untuk ditutupi. Tapi aku tak hilang akal, berusaha tertawa dalam setiap getir air mata yang menetes. Aku bahagia melakukan ini.. ya sangat bahagia :')

Gadis kecil di jendela yang setiap hari selasa berusaha mengintipmu dari balik tembok yang membatasi kelas dengan lapangan. Mungkin terdengar gila tapi setiap aku melakukan ini aku merasa bahagia... sangat...

Gadis kecil di jendela berbalut kacamata yang setiap harinya mencuri curi kesempatan untuk bisa melihatmu walau hanya dari bawah lapangan tempat dimana aku dapat melihatmu yang hanya sedetik.

Gadis kecil di jendela yang teramat bodoh MENCINTAIMU... Yang terlalu 'GOBLOK' memendam perasaan yang tak semestinya ada dan HARUS DIBUANG JAUH JAUH.

Gadis kecil di jendela yang setiap malamnya menangis. Entah apa yang ditangisinya. Hanya saja ketika aku menangis aku seolah olah merasakan sesuatu yang membuat aku merasa sangat bahagia... SANGAT.

Gadis kecil di jendela yang hanya ingin melakukan tindakan bodoh demi bisa melihatmu ya walau itu hanya sedetik..

Gadis kecil di jendela... Ya itu aku.. Aku yang bodoh, tolol, dan goblok. Ya aku... Aku gadis kecil di jendela itu.. Yang terlalu berharap pada harapan kosong yang tak mungkin dapat ia meraihnya. Ya itu aku... Aku yang begitu dengan tololnya mencintaimu... Aku yang begitu bodohnya... SANGAT BODOH MENCINTAIMU.
***

Demi aku yang pernah ada di hatimu
Pergi saja dengan kekasihmu yang baru
Dan aku yang terluka oleh hatimu
Mencoba mengobati perihku sendiri
AKU PASTI BISA :')

Aku menyayangimu dan itu menyakitiku..
Aku mencintaimu dan aku hanya bisa berharap..

DAN PADA AKHIRNYA AKU LELAH DENGAN PERASAAN INI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar