hari ini aku memutuskan hubungan relationshipku dengan si roti selai strawberry. aku hanya tak ingin munafik dengan perasaanku sendiri kalau sebenarnya aku masih saja selalu memikirkanmu. aku hanya tak ingin menyakiti hatiku dan dia karena kebohongan rasa ini. entah apa yang aku pikirkan, selalu saja kamu dan serba kamu. entah apa yang terjadi.
Kau yg tak terlukiskan dengan kuas manapun.. izinkan aku mengatakan sesuatu.. AKU MENCINTAIMU.. Kau adalah seseorang yg mengajarkan padaku bagaimana caranya membuka diri terhadap orang lain, bagaimana caranya tersenyum dan tidak menjadi pendiam. Kamu yg mengajarkanku bahwa terkadang kata-kata tidaklah diperlukan.
Kau yg tak terucapkan dengan bahasa apapun, aku mencintaimu, dengan cinta yg meresap dalam tiap sel di tubuhku, aku mencintaimu dalam cinta yg terlalu besar dan kuat dalam tubuhku yg mungil dan ringkih ini. Cinta ini telah menyesap kehidupan dalam hidupku sehingga aku terasa seperti orang mati dalam maraknya duniaku, aku telah hidup tanpa kehidupan itu sendiri.
Kau yg tak pernah bisa didefinisikan, aku takkan mampu mengungkapkan betapa aku mencintaimu, meskipun beribu baris puisi kutulis, itu takkan pernah cukup untuk menyingkap sedikit misteri tentang betapa besarnya cinta ini.
Kau yg sehangat musim gugur, izinkan aku menatap kedua matamu.. mungkin dengan cara itu aku bisa menyakinkanmu aku mencintaimu.. sangat..
Kau yg bersinar serupa musim semi, jika suatu saat nanti kita dipertemukan kembali, izinkan aku melihat senyummu.. walau sedetik.. karna senyumamu yg slalu mengingatkanku akan kedamaian dan ketenangan.
Kau yg sedingin air, kini aku sadari bahwa cinta saja tak cukup, terutama dalam kisah cinta kita, aku mencintaimu, tanpa syarat dan tanpa logika, namun kusadari bahwa kau adalah sungai yg tak mampu kusebrangi dan aku sudah tak punya lagi perahu kecil untuk menghantarkanku pada palung terdalammu.
Kau yg sebiru dan sebening air laut, kau yg slalu berbeda dari pria lain.. aku mencintaimu..
***
sejujurnya aku telah lama memperhatikanmu.. lama sekali.. semenjak MOS. entah apa yang aku rasakan saat itu. aku seperti dalam jeruji besi yang tak bisa terlepas, terus tertahan saat aku manatapmu. mungkin kamu telah memantraiku atau apalah. sejujurnya sampai saat inipun aku tak bisa berhenti memikirkanmu. selalu saja kamu.
mungkin aku tak sepintar merpati yang dengan romantis menngungkapkan rasa sayangnya,
mungkin juga ku tak seperti kelinci yang dengan terbuka menunjukkan rasa cintanya,
tapi aku hanya ingin mencintaimu dengan caraku sendiri.. dengan cara SEDERHANA :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar